Kamis, 16 Mei 2013

Cara Membuat Tulisan Seperti Font Naruto



Apakah kamu ingin menulis namamu menggunakan font naruto seperti diatas ?, postingan saya ini membahas tentang membuat Teks yang merupakan font naruto. Tulisan font naruto diatas berupa gambar,saya belum menemukan cara bagaimana menulis teks menggunakan font naruto tapi tidak berupa gambar.

Tapi untuk ukurannya bisa ditentuin sendiri, untuk ukuran contoh diatas ialah yang paling kecil. Langsung saja kita menuju kejudul postingan yaitu Cara Membuat Tulisan Seperti Font Naruto
Caranya sangat mudah sekali, kamu tinggal mengunjungi situs yang menyediakan pembuatan tulisan seperti font naruto tersebut yaitu disini


Sudah kamu klik link diatas ?, jika sudah maka akan terbuka tab baru di browser kamu. Pada halaman tersebut terdapat beberapa kolom yang haru diisi. Jika semuanya sudah terisi kemudian Klik Tombol



Kemudian akan muncul lagi tab baru, jika berhasil gambar berupa tulisan/font Naruto yang sudah kamu buat muncul pada tab yang muncul tadi kemudian simpan gambarnya. Selamat Mencoba...

Fosil Ditemukan di Penjelajahan Mars



WASHINGTON - Sebuah teori baru mengenai bagaimana lautan terbentuk di planet Mars jaman dulu juga menunjukkan titik-titik terbaik untuk perburuan fosil di Planet Merah ke depannya.Berdasarkan struktur geologi dataran utara di Mars, sebuah penelitian menunjukkan bahwa air terbentuk sebagaimana air tanah secara perlahan meresap ke atas melalui retakan di lapisan atas. Proses ini akan membuat danau dan laut secara cepat, hanya dalam hitungan tahun saja, tapi juga bisa menyokong eksistensi air selama seribu tahun. Demikian dikutip dari National Geographic, Senin (8/11/2010).

Bagaimanapun, meski planet Mars dulunya cukup berair, akan tetapi planet tersebut tidak memiliki atmosfer yang cukup tebal. Banyak para ilmuwan yang berpikir bahwa jika (memang) ada kehidupan yang berevolusi di Mars, tempat terbaik untuk mencarinya adalah tempat dimana cairan air terlindungi dari perubahan suhu yang ekstrim, juga dari radiasi ultraviolet matahari yang merusak.

"Untuk menemukan kehidupan, kita harus melihat ke wilayah planet dimana keberadaan air cukup stabil. Untuk kasus planet Mars, airnya ada di bawah permukaan tanah," ujar J. Alexis Palmero Rodriguez dari Planetary Science Institute di Arizona.

Hal ini menimbulkan sebuah dilema bagi para pemburu fosil, karena untuk menggali, demi menemukan jejak kehidupan di planet Mars membutuhkan waktu dan peralatan yang tidak tersedia di kendaraan penjelajah robotik yang dikirimkan untuk mengeksplor permukaan planet tersebut.

Tapi menurut penelitian terakhir, air yang merembes di wilayah utara Mars, mungkin adalah air yang sangat purba, yang terperangkap di bawah permukaan tanah untuk waktu yang sangat lama, sampai milyaran tahun. "Lingkungan tersebut adalah tempat yang stabil bagi organisme untuk tumbuh dan berevolusi," kata Rodriguez.

Itu berarti bahwa beberapa batuan sedimen di tempat bekas lautan purba di Mars, menyimpan fosil kehidupan Mars yang mungkin bisa diakses melalui kendaraan penjelajah robotik.

Dicari Pasukan Berani Mati Untuk Dikirim ke Mars


Planet Mars diproyeksi menjadi koloni manusia. Kelak, saat Bumi makin rusak dan tak bisa lagi dihuni. Untuk mewujudkan rencana itu, diperlukan sukarelawan yang berani menjadi perinti pertama di planet merah.
Perjalanan dari Bumi ke Mars diperkirakan hanya makan waktu 10 bulan, namun tak ada kesempatan untuk pulang.

Tak hanya menghadapi lingkungan Mars yang tak menentu, tanpa oksigen, tanpa air, sukarelawan juga harus siap menghadapi kondisi keterasingan, jauh dari Bumi dan manusia lainnya. Sebuah kondisi yang belum pernah dihadapi sebelumnya dalam sejarah manusia.

Adakah orang yang nekat mengajukan diri untuk misi ke Mars? Ternyata ada.

Edisi khusus Journal Cosmology menjelaskan secara detil berapa dana yang dibutuhkan untuk sekali jalan ke Mars sekitar 20 tahun mendatang. Sebanyak 400 pembaca menawarkan diri menjadi sukarelawan.

Editor jurnal, Lana Tao mengaku terkejut dengan respon para pembaca. "E-mail yang berisi keinginan menjadi sukarelawan sangat mengejutkan. Awalnya kami mengira ini hanya gurauan, namun setelah menerima banyak surat elektronik yang dilengkapi kualifikasi personal, dan alasan mereka bergabung. Kami sadar, mereka serius," kata dia, seperti dimuat situs FoxNews.com.

Apa yang membuat orang-orang ini mau jadi sukarelawan ke Mars? "Aku punya keinginan untuk menjelajahi alam semesta sejak kecil, dan tahu persis seperti apa kerja roket," kata salah satu sukarelawan, Peter Greaves kepada FoxNews.com. Greaves adalah ayah dari tiga anak.

Greaves menambahkan, "Aku membayangkan kehidupan di Mars akan sangat menakjubkan, menakutkan, sepi, sempit, dan sibuk."

"Tak seperti di Bumi, aku tak bisa lagi duduk di tepi sungai, memandang takjub pemandangan alam, memeluk teman-temanku, menarik nafas dalam di udara yang segar. Tapi pengalamanku akan sangat berbeda dari 6 atau 7 miliar orang di Bumi...ini sepadan dengan apa yang kutinggalkan."

Juga ada di dalam daftar, programer komputer berusia 69 tahun, mahasiswa asal Texas, perawat berusia 45 tahun, pendeta Paul Gregersen, dan pastor Clarno Zion United Methodist Church.

Mereka menyatakan diri siap meninggalkan Bumi secara permanen.

"Sejalan dengan makin membludaknya manusia, satu-satunya hal yang masuk akal adalah mengeksplorasi kemungkinan manusia tinggal di tempat lain di alam semesta," kata pendeta Paul Gregersen.

"Aku punya firasat, masalah spiritual akan muncul di antara para kru. Para penjelajah awal di Bumi juga selalu membawa ulama."

Namun, psikolog yang bekerja untuk Badan Antariksa AS, NASA memperingatkan tak hanya persoalan spiritual yang akan dihadapi para perintis di Mars.

"Ini akan menjadi periode panjang keterisolasian dan kurungan," kata Albert Horrison yang telah mempelajari psikologis astronot sejak tahun 1970.

Ditegaskan dia, kehidupan di Mars tak akan seromantis yang dibayangkan. "Setelah suka cita peluncuran roket, dan sensasi menginjakkan kaki di Mars, akan sangat sulit untuk menghindari depresi. Semua hubungan dengan keluarga, teman, dan segala sesuatu yang akrab, terputus."

Setiap hari, tambah dia, akan berjalan membosankan. Meski dipersiapkan dan dibekali dengan baik dari Bumi, para kru tentu saja akan menghadapi permasalahan tak terduga, yang mungkin tak bisa diatasi. "Satu per satu kru akan tua, sakit, lalu mati."

Horrison mengingatkan, harus ada dukungan publik dan juga politik dalam misi ini. Jika tidak, misi ini hanya akan berakhir dengan kematian.

Tak cukup modal nekat

Siap mental dan berani mengajukan diri sebagai sukarelawan tentu saja merupakan hal yang baik. Namun, tak cukup modal nekat. Juru Bicara NASA, James Hartsfield merujuk pada syarat pengajuan aplikasi astronot yang diposting agen antariksa itu -- meski belum tentu NASA membiayai proyek ke Mars.

Untuk saat ini, persyaratan menjadi astronot adalah: punya gelar sarjana sains, teknik, atau matematika, punya pengalaman profesional.

Para astronot NASA juga harus menjalani 4 sampai 5 tahun pelatihan sebelum terlibat dalam misi luar angkasa. Pelatihan ini termasuk tes fisik yang intensif.

Para calon astronot juga harus mengikuti pelatihan pertahanan air militer sebelum memulai silabus terbang.

Misteri Astronot Yang Ke Mars Terancam Tua Mendadak


Para Astronot yang berangkat ke planet Mars mendapatkan ancaman yang bener bener serius penyakit Tua Mendadak. Dimana saat pulang ke Bumi, kekuatan otot mereka setara dengan kakek-kakek usia 80 tahun. 

Manusia bermimpi menjelajah luar angkasa melampaui Bulan. Bahkan, Presiden Amerika Serikat, Barack Obama punya target, pertengahan 2030-an, kita bisa mngirim astronot ke orbit Mars. Mimpi Obama tidak hanya sampai di orbit, dia berharap bisa mengirim manusia pertama yang akan menginjakkan kaki di Mars.

Namun, sejumlah ilmuwan baru-baru ini mengingatkan bahwa mengirim orang ke Planet Merah bisa berbahaya. Sebab perjalanan luar angkasa dalam waktu panjang akan melelahkan fisik para astronot.  Dari berbagai kajian para ilmuwan menemukan bahwa para astronot akan kehilangan setengah dari kekuatan ototnya dalam misi ke mars itu.

Contohnya, jika astronot yang ke Mars berusia antara 30 sampai 50 tahun, saat pulang ke Bumi, kekuatan otot mereka setara dengan kakek-kakek usia 80 tahun.  Jika sudah begitu, risiko perjalanan ke mars itu kian besar.

Tim peneliti yang dipimpin Robert Fitts, profesor biologi di  Marquette University di Milwaukee, Wisconsin, mengambil sampel jaringan dari betis sembilan astronot AS dan Rusia yang menghabiskan waktu enam bulan di Stasiun Luar Angkasa Internasional. Biopsi yang diambil 45 hari sebelum peluncuran dan sebelum kembali ke Bumi menunjukkan berhentinya pertumbuhan sel di area nol gravitasi.

Profesor Fitts menegaskan bahwa kehilangan massa serat dalam sel, juga kekuatannya, bisa diterjemahkan dengan penurunan lebih dari 40 persen kapasitas kerja fisik. Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) merancang perjalanan ke Mars dengan menggunakan teknologi roket saat ini, membutuhkan waktu tiga tahun — termasuk masa tinggal setahun di Mars.

Jika demikian, penurunan otot-otot yang paling terkena dampak seperti betis bisa mendekati 50 persen. Saat kembali ke gravitasi Bumi, mereka akan sangat lemah, bahkan tidak mampu mengevakuasi diri saat kondisi darurat. Laporan ini telah diterbitkan secara online dalam The Journal of Physiology — versi cetaknya akan terbit bulan depan.

Kehilangan kekuatan otot telah diteliti sebelumnya dalam ilmu medis luar angkasa — namun ini analisis pertama terkait misi dalam jangka waktu lama. Meski demikian, Fitts mengatakan hasil dari tes ini tak seharusnya menghalangi manusia dari penjelajahan luar angkasa.  Sebab, lanjutnya, “Tanpa eksplorasi, kita akan mandeg dan gagal untuk meningkatkan pemahaman kita tentang alam semesta.”

Hasil penemuan ini menunjukkan pentingnya latihan kebugaran bagi astronot — baik di Bumi maupun saat mereka melakukan perjalanan. Selain itu penurunan kebugaran tubuh itu,  astronot juga berisiko menderita sakit kanker sebagai akibat dari kerusakan DNA dari radiasi kosmik, hilangnya kepadatan tulang, dan tekanan mental akibat keterasingan.

Juni lalu, enam orang dari Eropa, Rusia dan Cina rela dikurung 520 hari untuk menjalani simulasi misi ke Mars. Percobaan selama 520 hari itu merepresentasikan  250 hari untuk perjalanan ke Mars, 240 hari untuk kembali ke Bumi, dan 30 hari tinggal di permukaan Mars.


NASA Cari Relawan Untuk Tinggal di Mars


Badan antariksa AS (NASA) mencari relawan untuk tinggal di Planet Mars. Namun, tak ada jaminan perjalanan pulang bagi yang tawaran ini.

NASA melakukan hal ini dalam rangka mencari kemungkinan hidup berkoloni di Mars, yang masih dikategorikan dunia lain. Calon penghuni akan mendapatkan pasokan dari bumi. Namun mereka takkan dipulangkan, mengingat biayanya yang mahal.

NASA menyatakan telah menerima dana lebih dari US$1 juta untuk memulai proyek ini di Ames Research Centre, California. Direkturnya, Pete Worden, mengklaim manusia bisa hidup di Mars pada 2030, meski kondisi planet itu tak memungkinkan.

"Program luar angkasa manusia saat ini fokus pada menetap di dunia lain. Dua puluh tahun lalu, ide ini bisa disampaikan dengan bisik-bisik atau Anda bisa dipecat," katanya.

Worden juga menyampaikan telah berdiskusi dengan salah satu pendiri Google, Larry Page mengenai ide perjalan satu arah ke Mars. Menurut para ilmuwan, membawa mereka pulang kembali bisa menelan biaya yang sangat tinggi.

Perjalanan mengirimkan 20 astronot ke planet merah tanpa perlu kembali, setara dengan biaya empat astronot dari bumi-Mars-bumi. Dengan bahan bakar nuklir, perjalanan itu akan memakan waktu empat bulan.

Di antara seluruh planet pada tata surya, Mars adalah yang paling memiliki kedekatan pada bumi. Sehingga para ahli bertaruh megenai rencana menghuni planet tersebut. Namun, suhu permukaannya terlalu rendah dan atmosfer dipenuhi karbon dioksida sehingga membutuhkan pasokan oksigen.